Timo Werner Belajar Banyak dari Momen Terburuknya di Chelsea

Timo Werner Belajar Banyak dari Momen Terburuknya di Chelsea

Gilabola.com – Timo Werner akui paceklik gol yang dialaminya di Chelsea sebagai momen terburuk dalam karirnya di dunia sepak bola.

Namun, menurut mantan bintang RB Leipzig itu, masa-masa sulit tersebut kini sudah berakhir, seiring dengan datangnya Thomas Tuchel di Stamford Bridge.

Penyerang berusia 24 tahun itu hanya bukukan satu gol dan tiga assist untuk The Blues dalam 19 pertandingan yang dimainkannya di semua kompetisi. Sebiji gol yang dicetaknya itu bahkan terjadi di laga melawan tim kasta bawah, Morecambe, di ajang Piala FA. Turunnya performa Werner yang diikuti juga dengan melemahnya Chelsea akhirnya berbuah pemecatan sang pelatih, Frank Lampard, bulan lalu.

Namun sejak klub menunjuk Tuchel sebagai penggantinya, kontribusi dan penampilan Timo Werner seketika melejit. Ia berhasil mencetak satu gol dan tiga assist dalam lima penampilannya.

Berbicara di Sky Sports, Werner berbicara blak-blakan soal momen terburuk dalam karirnya tersebut, di mana ia juga alami kesulitan mental maupun fisik di Liga Premier. Werner bahkan terus merasa bersalah karena tak mampu tunjukkan penampilan apik yang pernah membawanya menjadi salah satu bintang di Bundesliga, hingga akhirnya Tuchel datang dan membuatnya kembali nyaman bermain di lapangan.

Werner didatangkan Chelsea dengan ongkos 47,5 Juta Poundsterling dari Leipzig musim panas lalu, di mana ia berhasil mencetak 95 gol dalam 159 pertandingan yang dimainkannya di klub asuhan Julian Nagelsmann itu. Tentu saja, ada ekspektasi tinggi yang diberikan The Blues kepada Werner, meskipun akhirnya ia alami kesulitan dan harus berjuang ekstra di Inggris.

“Saya menjadi sulit tersenyum, padahal anda harus terus tersenyum. Itu penting, karena saat anda tidak bahagia dan tidak menikmati permainan sepak bola anda, lalu anda selalu marah atau kesal, anda tak bisa mengembalikan momen di mana anda bisa bermain bagus,” tegas Timo Werner.

Baca:  Bos Chelsea Ungkap Alasan Tammy Abraham Ditinggal dari Skuad Kontra Man Utd

“Itulah yag saya sukai, dan bagaimana saya ingin berlatih. Hal lainnya adalah: selalu berpikir positif dan tidak marah, itu menjadi langkah selanjutnya agar saya bisa kembali menjadi Timo yang dulu. Di balik senyuman, tentunya ada hari-hari yang harus saya lalui tanpa mencetak gol, dan juga merasa ada sesuatu yang hilang. Hal itu tentunya tidak menyenangkan, tapi senyum menjadi cara terbaik untuk kita terus maju,” ujar Werner.

“Periode di mana saya tidak mencetak gol menjadi momen terburuk dalam karir saya, karena saya tidak pernah kehilangan begitu banyak peluang emas. Saya tidak pernah melewati waktu saya di lapangan begitu lama tanpa mencetak gol, jadi saya sangat bahagia saat bisa mengakhirinya di dua pertandingan lalu. Benar-benar masa-masa yang sulit bagi saya,” tambahnya.

Meski demikian Timo Werner yang jebolan akademi sepak bola Stuttgart tahun 2013 itu, juga mengakui ia banyak belajar saat melewati masa-masa sulitnya di Chelsea.

“Anda belajar banyak mengenai bagaimana anda bisa menangani situasi seperti ini, dan itu menjadi waktu terbaik bagi saya untuk mempelajari karir saya. Dari situasi buruk, anda belajar banyak, dan itulah yang terjadi bulan lalu,” ujarnya.