Tiga Gol Header, Sevilla Juara Keenam Kalinya!

Tiga Gol Header, Sevilla Juara Keenam Kalinya!
Hasil Final Liga Europa: Tiga Gol Header, Sevilla Juara Keenam Kalinya!

Gila Bola – Betapa malang nasib Inter Milan. Melawan dengan gagah berani, menyusul skor 2-2 tapi kalah 3-2 jelang pertandingan final Liga Europa ini berakhir. Sevilla mengukuhkan diri sebagai spesialis turnamen ini, sudah menang enam kali sepanjang sejarah!

Tiga dari lima gol pada hasil final Liga Europa Sevilla vs Inter Milan, Sabtu (22/8) dinihari, terjadi melalui sundulan kepala, selain satu dari titik penalti yang sedikit kontroversial. Tapi gol terakhir adalah yang paling menentukan dan dicetak oleh pemain yang tadi membuat Sevilla kebobolan lebih dulu.

Sama seperti pertandingan semi final, Inter membiarkan Sevilla menguasai bola, kali ini tim LaLiga itu mendominasi bola sampai dengan 55% dan melepaskan sampai dengan lima tembakan on target sepanjang babak pertama. Bedanya adalah, Nerazzurri tidak mendapatkan keunggulan jumlah tembakan dengan mereka hanya memiliki dua saja shots on target sepanjang paruh pertama.

Kedua tim bermain dengan gaya yang sama, kurang lebih. Melakukan tekanan segera setelah kehilangan bola, serta memainkan umpan-umpan pendek di lapangan tengah dengan formasi segitiga atau empat pemain. Beda kedua tim, Inter menyerang melalui bagian tengah lapangan yang padat dan penuh sesak, sementara Sevilla melakukan serangan melaui sayap, yang menjadi ciri khasnya.

Inter Buka Skor Dengan Penalti Kontroversial

Inter membuka skor lebih dulu pada menit keenam melalui tendangan penalti Romelu Lukaku setelah pemain Belgia itu dijatuhkan di dalam kotak oleh Diego Carlos. Sebenarnya tayangan memperlihatkan sedikit keanehan dengan pemain sebesar Lukaku bisa roboh begitu saja begitu bahunya tersentuh tangan Carlos. Tapi penalti tetap diberikan dan Lukaku tidak membuat kesalahan.

Sevilla segera membanjiri pertahanan Inter dengan serangan demi serangan dan hanya dalam waktu 6 menit saja berhasil membalaskan skor 1-1 dengan satu kirim umpan lambung dari sisi kanan oleh Jesus Navas berhasil ditanduk dalam posisi rendah oleh Luuk de Jong. Posisi bola menyulitkan kiper Samir Handanovic dan para pemain belakang Nerazzurri.

Pada menit 33 terjadilah gol header paling indah dalam pertandingan final Liga Europa malam ini. Dari sebuah situasi bola mati, Ever Banega mengirimkan bola lambung jauh ke tiang jauh dan ada Luuk de Jong di sana menanduk bola ke tiang lain gawang. Samir Handanovic coba menjangkau bola tapi sangat jauh. Sevilla berbalik unggul.

Baca:  Antonio Conte Kembali Desak Inter Kejar Incaran Lamanya di Barcelona

Seperti tidak mau melewatkan momentum, Inter Milan kemudian menyamakan skor 2-2 hanya dalam waktu dua menit saja. Kali ini berawal dari sebuah tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti. Persis seperti gaya de Jong tadi, kali ini Diego Godin menyundul bola ke tiang dekat dan mengagalkan usaha Yassine Bounou.

Babak Kedua Sevilla vs Inter 

Sementara itu babak kedua dimulai dengan lamban. Hanya ada satu pertambahan shot on goal untuk masing-masing tim. Berbeda jauh dibandingkan paruh pertama laga di RheinEnergieStadion di Cologne, Jerman ini. Mendadak pada menit 74 anak-anak Julen Lopetegui berbalik unggul melalui sebuah bola liar yang memantul di dalam kotak penalti Inter. Diego Carlos yang tadi menjadi penyebab penalti Lukaku pada babak pertama, melakukan overhead kick atau tendangan salto dan bola memantul di tubuh Lukaku sebelum masuk menjadi gol ketiga Sevilla malam ini. Skor 3-2 dengan 16 menit waktu reguler tersisa.

Conte segera melakukan tiga pergantian sekaligus untuk menyelamatkan timnya, memasukkan Christian Eriksen, Alexis Sanchez dan Victor Moses untuk menggantikan Roberto Gagliardini, Lautaro Martinez dan Danilo D’Ambrosio. Tapi tidak ada gol tambahan. Peluang terbaik Inter terjadi pada menit 81 dalam sebuah kekacauan di depan gawang Bono, tapi bola berhasil dibersihkan.

Hasil Liga Europa Sevilla vs Inter usai dengan skor 3-2 dan tim asuhan Julen Lopetegui itu meraih trofi untuk kali keenam dalam sejarah kompetisi ini. Kemenangan ini juga menjadi piala pertama mantan pelatih Real Madrid tersebut sepanjang karir manajerialnya. Antonio Conte dan anak-anak Inter akan sangat kecewa gagal meraih trofi yang sudah di depan mata.