Jelang Hadapi Bayern Munchen, Jan Oblak Tak Kenal Flick

Jelang Hadapi Bayern Munchen, Jan Oblak Tak Kenal Flick
Jelang Bayern Munich, Jan Oblak memang belum mengenal Flick

Bola Gila – Penjaga gawang Atletico Madrid Jan Oblak mengaku tidak mengenal Hansi Flick sebelum diangkat menjadi pelatih Bayer Munich.

Seperti diketahui, Die Roten saat dilatih Niko Kovac, penampilannya tak terlalu konsisten. Terus tampil buruk, raksasa Liga Jerman itu memutuskan untuk mendepaknya dan mempercayai Hansi Flick sejak November 2019.

Pemain berusia 55 tahun, yang tidak diketahui Jan Oblak, memulai sebagai pelatih sementara, tetapi diberi kontrak permanen tiga tahun pada bulan April. Keputusan Bayern Munich untuk mengikatnya dalam jangka panjang tak lepas dari performa yang ditunjukkan Hansi Flick dalam menangani tim dengan baik.

Perlu diketahui, Hansi Flick sebelumnya hanya menjabat sebagai asisten pelatih timnas Jerman, RB Salzburg dan Bayern Munich. Namun, ibu kota berhasil merebut trofi-trofi penting dimulai dengan Bundesliga, DFB Pokal, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan akhirnya menjuarai DFL-Supercup.

Terlepas dari rekor impresif itu, jelang laga Bayern Munich melawan Atletico Madrid di ajang Liga Champions, Kamis (22/10) WIB dini hari. Jan Oblak mengaku tidak terlalu mengenal Hansi Flick sebagai pelatih sebelum melatih klub Jerman tersebut.

Berbicara dengan Sial, Penjaga gawang internasional Slovenia itu mengaku tidak mengenalnya dengan baik. Namun, setelah prestasinya baru-baru ini dengan Die Roten dia dikenal oleh banyak orang, termasuk dirinya sendiri.

Menurut Jan Oblak, apa yang ditunjukkan Hansi Flick selama ini sebagai pelatih telah dilakukannya dengan sangat baik di Bayern Munich.

Usai berdiskusi dengan Hansi Flick, penjaga gawang yang populer di bursa transfer musim panas lalu oleh klub papan atas Liga Inggris itu juga menyebut Diego Simeone sebagai pelatih reguler.

Dia mengatakan banyak orang mengira pemain Argentina itu menakutkan, tetapi Jan Oblak bersikeras bahwa Diego Simeone tidak. Baginya, taktik selalu banyak membantu pemain dan memotivasi pemain.

Baca:  Hadapi Lyon, Manchester City Belajar Dari Spurs