Barcelona Tanpa Lionel Messi Kantongi 7-0

Barcelona Tanpa Lionel Messi Kantongi 7-0
Barcelona tanpa Lionel Messi mencatatkan 7-0

Bola Gila – Barcelona dua kali bermain tanpa Lionel Messi musim ini, dan berhasil mencetak tujuh gol tanpa balas di kedua laga tersebut.

Superstar Argentina itu berakhir pada 2020 dengan hanya 26 gol – jauh dari koleksi sebelumnya, dan hanya tertinggal dua pertandingan musim ini karena waktu istirahat. Yaitu pada pertandingan melawan Dynamo Kiev dimana Barca menang 0-4 dan Ferencvaros yang dimenangkan oleh Blaugrana 0-3.

Meski akan hengkang di awal musim, seperti diakuinya sendiri, Messi hampir memainkan semuanya. Sebab, absennya penyerang berusia 33 tahun itu pada laga melawan Eibar, Rabu (30/12) akan menjadi yang pertama di La Liga.

Bukan hanya karena ingin istirahat, tapi Messi juga mengalami masalah pada pergelangan kaki kanannya usai laga melawan Real Valladolid. Itu membuatnya tidak bermain di pertandingan terakhir tahun ini.

Setelah mencetak 91 gol dalam satu tahun kalender pada tahun 2012, Messi mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2020 hanya dengan 27 gol – 26 gol untuk Barcelona dan satu gol untuk Argentina.

Sebagai pemain Reading, ia telah memainkan 44 pertandingan – dengan Barca menang 25 kali, seri delapan kali dan kalah 25. Bagi Messi, 2020 akan menjadi 2-8 dan burofax, dan dapat dikatakan bahwa tahun ini akan menjadi satu-satunya periode setelah 2013 ( 2013/14) ketika Barca tidak berhasil meraih trofi di semua kompetisi, kecuali Piala Super Spanyol.

Sementara itu, dalam dua laga tersisa Messi di paruh pertama musim, yakni melawan Dynamo Kiev dan Ferencvaros, sama-sama Barca menang.

Pada laga di Kiev, Sergino Dest mencetak gol pembuka, disusul dua gol Martin Braithwaite dan satu gol Antoine Griezmann mencetak empat gol untuk Barca di Ukraina. Kemudian, lagi-lagi, Griezmann dan Braithwaite, serta Ousmane Dembele yang mencetak tiga gol di klub Hongaria tersebut.

Baca:  Inter Milan Masih Bermimpi Datangkan Lionel Messi

Dembele dan Braithwaite keluar sebagai pemenang pada pertandingan kali ini, dimana Koeman tidak menciptakan taktik dan memulai permainan timnya dengan formasi 4-2-3-1 yang telah ia lakukan sejak awal musim, hingga Barca bertemu dengan Juventus dan Valencia. Koeman kemudian mengubah posisinya saat mereka melakukan perjalanan ke Valladolid.